Peranan Pupuk Silika Organik terhadap Produktivitas Tanaman Hanjeli pada Tanah Inceptisol


Peranan Pupuk Silika Organik terhadap Produktivitas Tanaman Hanjeli pada Tanah Inceptisol

Pertumbuhan jumlah penduduk, khususnya di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan jumlah penduduk ini berpengaruh terhadap kebutuhan akan pangan. Kendala yang dihadapi dalam pertumbuhan jumlah penduduk ialah permintaan pangan, khususnya beras yang terus meningkat, tetapi tidak diimbangi dengan produksinya. Salah satu solusi untukmenghadapi kelangkaan pangan yaitu dilakukan upaya diversifikasi pangan atau keanekaragaman pangan. Salah satu bahan pangan alternatif yang potensial sebagai pengganti beras untuk mencapai diversifikasi pangan ialah hanjeli (Coix lacryma- jobi L), hanjeli merupakan tanaman serealia dari familia Graminae yang memiliki potensi dan prospek baik untuk dikembangkan.

Hanjeli varietas mayeun atau yang sering disebut jali pulut merupakan varietas yang dibudidayakan, varietas mayeun memiliki kulit biji yang tipis dan mudah untuk dipecahkan, sehingga varietas ini sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat tradisional (Nurmala, 1998). Kandungan protein, lemak, dan vitamin B1 pada hanjeli lebih tinggi dibandingkan beras, jagung, dan  shorgum.

Upaya untuk meningkatkan produktivitas hanjeli salah satunya dapat dilakukan melalui aplikasi pemupukan yaitu pemberian pupuk silika. Silika dikenal dengan beneficial element yaitu unsur hara bermanfaat, meskipun syarat sebagai unsur hara esensial tidak terpenuhi, namun unsur Si telah lama diketahui sebagai unsur penting bagi beberapa tanaman pangan khususnya famili Graminae.

Hanjeli merupakan salah satu tanaman dari familia rerumputan (Graminae) yang menyerap unsur silika cukup banyak. Menurut hasil analisis tanaman hanjeli pada batang dan daun hanjeli mengandung silika sebesar 4,25 %, sedangkan pada bagian biji hanjeli pulut mengandung silika sebesar 10,53 %, kulit biji hanjeli batu mengandung silika sebesar 16,60 % dan arang sekam hanjeli mengandung silika sebesar 30,09% ( Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman, 2015). Unsur Si merupakan unsur kedua terbanyak setelah oksigen yang terdapat dalam kerak bumi dan unsur ke empat yang terpenting setelah NPK pada serealia. Pada praktek budidaya pertanian pemberian pupuk Si masih kurang diperhatikan, karena dianggap selalu tersedia dalam tanah. Unsur N, P dan K umumnya dikembalikan ke dalam tanah melalui pemupukan, namun unsur Si dan unsur mikro tidak dikembalikan ke dalam tanah.

Pada pertumbuhan tanaman Si memiliki peranan penting, diantaranya yaitu Si dapat meningkatkan ketahanan tanaman terhadap ketidakseimbangan unsur hara, Si dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara P dalam tanah, Si dapat mengurangi pengaruh Mn, Fe dan Al yang sering terjadi pada tanah-tanah masam dan berdrainase buruk, Si dapat menguatkan batang sehingga tanaman tahan rebah, Si dapat mengurangi transpirasi, Si juga dapat mengurangi cekaman abiotik, seperti suhu, radiasi, cahaya, angin, air, dan kekeringan, serta meningkatkan resistensi tanaman terhadap cekaman biotik, sehingga dapat memperkuat jaringan tanaman  dan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit (Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2011).

Dilihat dari peranan Si secara tidak langsung dapat meningkatkan produksi tanaman, sehingga pemupukan Si sebenarnya diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Masih diperlukan penelitian yang diharapkan dapat memperoleh level dosis pupuk silika organik yang meningkatkan produktivitas tanaman hanjeli (Coix lacryma-jobi L.).

Daftar Pustaka

Nurmala, Tati. 1998. Potensi dan Prospek Pengembangan Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) Sebagai Pangan Bergizi Kaya Lemak Untuk Mendukung Diversifikasi Pangan Menuju Ketahanan Pangan Mandiri.

Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman, 2015.  Pengujian dan analisis kandungan biji hanjeli. Fakultas Pertanian Unpad.

Warta Penelitian dan Perkembangan Pertanian. 2011. Sumber Hara Silika untuk Pertanian. Vol. 33 (3). Tersedia online di http:// pustaka. litbang. pertanian. go.id/publikasi/wr333116.pdf.  (Diakses pada 12 Mei 2015).

Pustaka Pendukung :
Jurnal Kultivasi Universitas Padjadjaran, Bandung

print
Ikut Gabunglah Bersama Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

8 + 2 =